BLOG INI DITUJUKAN UNTUK BERBAGI INFORMASI, APAPUN YANG SAYA DAPAT DARI PELAJARAN HIDUP BAIK AKADEMIK MAUPIN NON AKADEMIK AKAN SAYA BERIKAN KEPADA ANDA. SEMOGA BLOG INI BERGUNA BAGI SESAMA

Paupauroger. Powered by Blogger.

Followers

Monday, 12 December 2016

Urgensi Mahasiswa Saat Ini


Urgensi Mahasiswa Saat Ini
Oleh: Fauwaz Ahmad Raihan

Sukar memang menjelaskan peran mahasiswa di zaman modern ini. Yang katanya ironstock, agent of change, moral hazard, social control dan sebagainya dirasa belum terlihat saat ini. Mahasiswa sebagai jembatan antara masyarakat dan kepentingan pejabat harusnya sangat memahami peran dan fungsinya. Tetapi apakah mereka sudah saat memahami dan menerapkannya dalam lingkungan saat ini? Relatif. Bisa iya bisa tidak tergantung dari mana kita melihatnya. Dan beberapa mahasiswa yang merasa sudah memahami peran dan fungsi mahasiswa menamai diri mereka sebagai katanya Aktifis Kampyussss.

Aktifis berasal dari kata Aktif. Tentu tidak usah dijelaskan lagi apa arti aktif ini sayapun sedikit susah mendefinisikannya, mungkin yang aktifis bisa?. Aktifis dianggap mahasiswa sebagai status tertinggi mereka dilingkungannya. Apabila mereka aktif dalam berorganisasi dan berbagai kegiatan mereka berhak menyandang gelar yang tidak pernah memiliki ijazah tersebut, menarik bukan? Kalian mendapatkan sebuah gelar tetapi tidak dengan ijazah. Tentunya seluruh mahasiswa berlomba-lomba untuk mengikuti kegiatan yang mereka inginkan sebut saja si BEM, DPM, Himpunan dan sebagianya. Untuk mendapatkan gelar tersebut media tersebutlah yang dapat menyediakannya. BEM, DPM dan sebagainya memberikan mereka proker atau program kerja. Mereka (mahasiswa baru/Maba) terlihat sangat kompak ketika menjalankan proker-proker yang diberikan senior-seniornya. Beberapa orang melihat ini sebuah kekompakan atau kerjasama team beberapa orang melihat ini sebagai robot yang diperbudak. Beberapa perspektif tentunya tidak bisa disalahkan.

Lalu siapa yang harus disalahkan?

Entahlah saya juga kurang mengerti akan hal itu, ayolah jangan tanya saya! Saya bukan aktifis kampyusss.

Teringat sudah didalam memori saya beberapa tahun yang lalu tepatnya momen-moment OSPEK. Yaa banyak pengalaman yang bisa didapatkan dari masa-masa suram tersebut. teriakan yang tidak henti-hentinya dan sebagainya. Masih disaat itu juga senior-senior berteriak tentang peran dan fungsi mahasiswa, seolah-olah mereka sangat paham akan peran dan fungsinya tapi saya rasa mereka tidak paham.

Truss, anda paham dong berarti?

Dibilang jangan tanya saya, saya hanya menulis apa yang saya ingin tulis!

Sering kali saya melihat mahasiswa meneriakan hak-hak yang harus diterima masyarakat miskin. Berorasi didepan mahasiswa lainnya untuk terlihat lebih keren dengan membela hak-hak rakyat. Disaat itu juga saya melihat teman saya yang berteriak seperti itu beberapa menit kemudia ada seseorang yang meminta tolong kepadanya disaat itu juga dia acuh. Ironis memang tapi itulah kenyataannya. Sering kali saya melihat kasus seperti ini, dengan pola-pola yang sama dimulai dari adanya penindasan oleh pejabat kerakyat lalu mahasiswa merespon didalam kampus saja lalu hilang entah berantah koar-kora mereka tanpa ada aksi sekalipun. Dan saat ini mereka masih berteriak hak-hak rakyaat? Helloooooooow coba lah melihat keluar, sesekali jam 11 malam anda turun kejalanan dan menikmati angin berhembus bersama tangisan-tangisan harapan yang tidak terwujud, disaat itulah anda akan memahami apa itu arti hidup.

Ada singkatan yang saya kutip dari tulisa Dhenny Yuartha didalam essaynya yakni “mahasiswa ABC” yakni mahasiswa Aktifis, Berprestasi, Cumlaude. Inilah cita-cita seluruh mahasiswa sekarang. Tidak dapat dipungkiri lagi lengkap sudah tujuan mahasiswa diABC tersebut.

Lalu apa urgensinya paaak? Dari tadi bahas yang engga penting.

Sabar-sabar ini juga mau dijelasin, let it flow aja kata orang-orang.

Yasuudah cepat jelaskan yoooo

Selama saya mengamati dunia perkuliahan kadang naïf sendiri memang melihat teman-teman saya yang sangat ambisius. Tapi saya ragu dengan statement saya yang sebelumnya, saya ragu apakah mereka memang berambisi atau mereka takut? Mengapa bisa muncul pertanyaan tersebut? saya memang pernah didoktrin “bahwa ketika kuliah wajib ikut organisasi, katanyaaa jika tidak susah mencari kerja”. Jujur saja ini unik, rezeki kita sudah diatur oleh seseorang tanpa kita berusaha lebih dahulu, hasilnya doktrin tersebutlah menjadi ketakutan bagi banyak mahasiswa sehingga mereka berambisiun untuk mendapatkan jabatan startegis yang menguntungkan dirinya sendiri. jabatan tersebut tidak lain tidak bukan untuk memenuhi standarirasi mahasiswa hebat yakni ABC yaitu Aktifis, Berprestasi dan Cumloude.

Lalu setelah mereka memenuhi syarat A lalu mereka memenuhi B dan C yakni Berprestasi dan Cumlaude. Dengan cara apa? Yaa kurang lebih dengan CP atau Copy Paste, metode paling mukhtakhir mendapatkan nilai A.

tidak peduli dapet ilmu atau tidak
yang penting IP diatas tiga

inilah urgensi saat ini, mahasiswa berlomba-lomba menyabet gelar ABC dengan cara yang tidak benar. Akhirnya peran-peran mahasiswa yang seharusnya mereka terapkan akhirnya sia-sia. Dan begitu juga seterusnya. Ketakutan mereka mendorong merekaa untuk meninggalkan kewajiban mereka sebagai mahasiswa. Tan Malaka pernah berkata:

“Idealisme adalah Kemewahan Terbesar Bagi Mahasiswa”

Ini sangat benar, tetapi idealism mereka itu semu, hanya sesaat untuk menutupi jati diri sesungguhnya yang lemah. Urgensinya terletak disitu, berdrama sebagai mahasiswa yang membela hak-hak rakyat, sebagai agent of change, moral hazard, social control dan sebagainya tetapi kenyatannya mereka hanyalah robot proker yang tidak kenal lelah untuk mencari sertifikat sehingga mendapatkan pekerjaan yang layak dimasa depan. Sesungguhnya itu sangatlah menyedihkan, hilang sudah idealisme mereka, tergores oleh kepentingan dan gengsi mereka sendiri. saya menyadari hal itu.

Ayoo kita berubah bersama menjadi yang lebih baik untuk mahasiswa Indonesia kedepannya, tuntutlah ilmu dengan ikhlas, raihlah ilmu hingga kenegri sebrang dan sebarlah wawasan untuk nusantara sehingga cakrawala membantang dari sabang sampai merauke melihat gerakan mahasiwa Indonesia yang begitu hebat.



Berikan Aku 1000 Orang Tua Niscaya Akan Ku Cabut Gunung Sumeru Dari Akarnya!
Berikan Aku 10 Pemuda Niscaya Akan Ku Guncangkan Dunia!

-Ir. Soekarno, President Pertama RI

Tips-Trik Mengatur Waktu Untuk Mahasiswa


Tips-Trik Mengatur Waktu Untuk Mahasiswa
Oleh: Fauwaz Ahmad Raihan


Mahasiswa memiliki segudang aktifitas yang mereka lakukan. Baik aktifitas akademik maupun non-akademik. Sebagai mahasiswa tentunya harus memiliki nilai akademik yang baik. Percuma saja sebagai mahasiswa jika bermalas-malasan menuntut ilmu. Disisi lain mahasiswa juga dituntut untuk melatih softskillnya yang hanya didapat diorganisasi atau non-akademik. Kehidupan yang baik adalah kehidupan yang seimbang. Maka dari itulah mahasiswa harus mengimbangi dua aktifitas kegiatan tersebut.

naah, disinilah permasalahannya, terkadang mahasiswa yang masih awam dalam kegiatan organisasi 
terkendala masalah manajemen waktu. Menejemen waktu sangat diperlukan sebagai mahasiswa untuk menjadwal kegiatan apa saja yang akan dilakukannya kedepan. Jika tidak maka kegiatan satu dengan lainnya akan bertabrakan dan menyebabkan crash bahkan stress. Disini ada tips and trik saya untuk membagi waktu untuk para mahasiswa, dan semoga bermanfaat.

11)     Tentukan Prioritas
Kita harus menentukan prioritas apa yang akan kita lakukan. Kenapa begitu? Jika tidak maka sesuatu yang tidak prioritas akan menghambat sesuatu yang prioritas. Contoh: kamu memiliki tugas untuk besok hari tetapi kamu malah mengerjakan tugas yang untuk minggu depan, ini salah sebab kamu akan kerepotan menit-menit masuk kelas sehingga menyebabkan kamu stress sendiri nantinya.
Maka dari sini harus dibuat prioritas baik tugas kuliah, belajar maupun rapat yang akan datang. Sehingga tidak terjadi crash kedepannya. Maka dari itu trik yang aku berikan kekamu adalah buatlah jadwal prioritas berisi:
a.       Jadwal kelas
b.      Jadwal tugas
c.       Jadwal rapat
d.      Jadwal deadline
Harus disusun serapih mungkin dan 1 hal lagi yang harus kamu lakukan yakni: DISIPLIN. Untuk melaksanakan itu semua perlu kedisiplinan yang tinggi dan itu harus dilatih setiap hari. CMIIW.
22)      Pasang ALARM!!
Terkadang mahasiswa awam masih menyepelekan ALARM. Padahal benda yang sering dibanting dipagi hari tersebut sangat penting untuk mengingatkan kita. alarm berfungsi sebagai pengingat waktu atau jadwal walaupun menimbulkan kekesalan dipagi hari. Tetapi itu positif yang harus kita ambil hehe.

Diera modern saat ini kita memiliki smartphone. Pastinya ada alarmnya bukan? Nah manfaatkanlah alarm tersebut agar kita selalu ingat waktu dan jadwal yang menjadi prioritas tersebut.
Triknya adalah, atur alarm 5-10 menit sebelum jadwal yang ditentukan. Contoh jika kamu ada rapat jam 3 sore, buat alarm disekitar jam 14.50-14.55. maka dengan itu kita masih bisa bersiap-siap untuk menghadiri rapat maupun kegiatan lainnya. ingat jangan pernah menyepelekan!.

33)      DISIPLIN
Disiplin merupakan perilaku wajib bagi mahasiswa-mahasiswa. Ditengah jadwal yang tidak pasti dan pasti mendadak mahasiswa perlu ekstra disiplin. Siap dalam keadaan apapun mahasiswa perlu siap tanggap dalam berbagai medan peran. Seperti halnya tentara yang sudah berlatih diseluruh medan perang atas hasil latihan disiplinnya. Misalnya kamu tidur dikos-kosan lalu ada rapat dadakan. JANGAN MENOLAK!!! Banguun cuci muka langsung cabut kekampuss kalo perlu tidak pake celana jeans pake celana kolor juga gpp :D hahahaha. Its just kidding :D.
Pokoknya seorang mahasiswa harus disiplin untuk menyelesaikan kegiatan-kegiatannya selama 4 tahun dikampuss. Kalo bisa lebih cepat sih yaa.



44)      IKUTI TIPS NOMER 1-3
Seperti yang kita tahu percuma saja kalo tips and trik ini dibaca. PERLU DITERAPKAN DALAM DUNIA KALIAAN!!. Tidak usah dijadikan beban cukup nikmati hari-hari kalian diperkuliahan agar tidak terlalu bosan dengan kegiatan yang itu-itu aja carilah kegiatan lainnya.

Sekian tips and triknya semogaa bermanfaaaat.


Kiat-Kiat Menjadi Orang Sukses


Kiat-Kiat Menjadi Orang Sukses
Oleh: Fauwaz Ahmad Raihan

Tidak ada orang yang tidak menginginkan dirinya menjadi orang yang sukses. Tetapi kita harus paham apa arti sukses itu sendiri. sukses bukanlah sebuah jabatan, tahta maupun harta. Sukses melainkan status ketika kita berhasil meraih sesuatu. Andai fulan mendapatkan ranking 1 terus menerus dikelasnya ia dapat dikatakan sukses, yakni sukses mendapatkan ranking 1. Yang menjadi pertanyaan mengapa fulan bisa sukses meraih ranking 1 sebab dia rajin belajar setiap hari.

Disaat yang bersamaan perkembangan ilmu pengetahuan semakin maju dan pesat. Para peneliti beberapa tahun lalu menyepakati bahwa IQ (Intelligent Quotient) berperan 100% terhadap kesuksesan. Tetapi baru-baru ini ada saudara IQ yang lebih berperan terhadap kesuksesan yakni EQ (Emotional Quotient) dan SQ (Spiritual Quotient). Perbedaan yang mencolok dari 3 saudara sebangsa dan senegara tersebut adalah Intelligent berhubungan dengan logika dan daya pikir. Emotional berhubungan dengan emosi/rasa manusia dan manusia seperti simpati, antipati, tolong menolong dan sebagainya. Yang terakhir Spiritual berhubungan dengan manusia dengan tuhannya. Setiap manusia memiliki kepercayaan yang dia anutnya masing-masing.

Tetapi banyak sekali peneliti yang merasa ragu akan IQ yang menentukan kesuksesan seseorang. Maka EQ dan SQ sangatlah berperang juga. selain IQ, EQ dan SQ adapun kiat-kiat meraih sukses seseorang khususnya mahasiswa yang masih mencari jati diri yakni:

#1 Niatkan Maka Kau Akan Mendapatkan
Jangan sepelekan dengan kekuatan niat. Niat akan membawa keberhasilan. Bagaimana Anda akan mendapatkan sesuatu jika Anda tidak meniatkan diri untuk mendapatkan. Adalah betul, niat saja tidak cukup dan saya tidak mengatakan hanya niat untuk meraih sukses. Yang saya maksudkan adalah niat sebagai awal Anda dalam meraih sukses.
Rasulullah saw bersabda dalam sebuah hadist:
Dari Amirul Mu’minin, Abi Hafs Umar bin Al Khottob radiallahuanhu, dia berkata: Saya mendengar Rasulullah saw bersabda : Sesungguhnya setiap perbuatan tergantung niatnya. Dan sesungguhnya setiap orang (akan dibalas) berdasarkan apa yang dia niatkan. (HR Bukhari Muslim).
Sesuatu dimulai dari niatnya. Jika seseorang mempunyai niat jahat dihati maka dia akan berusaha semaksimal mungkin untuk berbuat kejahatan dan begitu juga sebaliknya.

#2 Mendoakan Saudara
Rahasia sukses yang kedua dari 10 Cara Sukses dalam Islam Dijamin Dahsyat itu ialah: mendo’akan saudara kita kebaikan yang sama dengan yang kita inginkan tanpa sepengetahuan orang tersebut. Jika kita mendo’a saudara kita, tanpa sepengathuan kita, insya Allah kita akan mendapatkan apa yang kita do’akan.
Dari Abu Darda ra bahwasannya ia mendengar Rosululloh SAW bersabda: “Tiada seorang muslim yang mendoakan saudaranya tanpa sepengetahuan saudaranya, kecuali malaikat berkata: Dan untuk kamu pula seperti itu”. (HR. Muslim)
Manusia diciptakan sebagai makhluk sosial. Tidak hanya berhubungan dalam muamalah tetapi melainkan dalam hubungan rohani. Sejak kecil kita diajari untuk mendoakan orang tua kita agar diberikan keselamatan, rezeki, kesejahteraan dan lainnya. selain orang tua, sanak saudarapun sangat penting bahkan tetanggapun juga. alangkah baiknya kita menambahkan doa-doa kita untuk yang lainnya selain orang tua toh kita juga tidak merugi sebab Allah SWT sangat kaya raya. Lagi maha pengasih dan maha penyayang.

#3 Miliki Ilmunya
Entah kenapa, ada saja orang yang mengkampanyekan kita supaya bodoh. Padahal menuntut ilmu ada kewajiban kita sebagai umat Islam. Yang salah adalah menuntut ilmu saja tanpa diamalkan. Menjadi bodoh karena malas menuntut ilmu juga salah. Bertindak tanpa ilmu seperti berjalan di kegelapan.
Dan sesungguhnya keutamaan orang yang berilmu atas orang yang ahli ibadah seperti keutamaan (cahaya) bulan purnama atas seluruh cahaya bintang. (H.R. Ahmad, Tirmidzi, Abu Dawud, dan Ibnu Majjah)
“Barangsiapa menginginkan sukses dunia hendaklah diraihnya dengan ilmu dan barangsiapa menghendaki sukses akherat hendaklah diraihnya dengan ilmu, barangsiapa ingin sukses dunia akherat hendaklah diraih dengan ilmu” ~Iman Syafi’i
Surat yang pertama kali diturunkan oleh Alla SWT kepada baginda Nabi Muhammad SAW adalah surat Al-Alaq ayat 1 yang memiliki arti bacalah. Membaca adalah aktivitas otak untuk menerima informasi melalui pengolahan kata dan kalimat. Membaca adalah media untuk belajar. Belajar apapun itu sangat diwajibkan bagi setiap muslim. sebab Allah SWT akan menaikan derajat seseorang jika ia sangat senang menuntut ilmu.

#4 Silaturahim
Silaturhim atau silaturahmi adalah kunci sukses berikutnya. Jangan karena sudah terhubung melalui facebook, kemudian kita tidak pernah bertemu secara langsung. Luangkan waktu untuk bertemu orang. Baik orang yang sudah kita kenal maupun orang baru.
Silaturahmi itu untuk menjaga kedekatan dengan yang sudah kita kenal juga untuk menambah teman atau saudara baru.
Barang siapa yang ingin diluaskan rezekinya atau dikenang bekasnya (perjuangan atau jasanya), maka hendaklah ia menghubungkan silaturahmi.” (HR Muslim)
Barang siapa yang senang dipanjangkan umurnya, diluaskan rezekinya, dan dijauhkan dari kematian yang buruk, maka hendaklah bertakwa kepada Allah dan menyambung silaturahmi.” (HR Imam Bazar, Imam Hakim)
Silahturami itu sangat penting, selain menambah rezeki tapi juga melepas kangen dengan orang-orang yang kita sayangi. Cobalah membuat target yakni bersilahturahmi dengan 1-2 orang yang kamu kenal dan lihat perubahan yang akan terjadi. Banyak manfaat yang dapat diambil.

#5 Tawakal
Dari Umar bin Khoththob radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda: “Jika kalian bertawakal kepada Allah dengan sebenar-sebenarnya tawakkal, niscaya Dia akan memberikan rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberikan rezeki kepada seekor burung yang pergi pada pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali pada sore hari dalam keadaan kenyang.”
(Diriwayatkan oleh at-Tirmidzi)
Berserah diri kepada Alla SWT setelah berusaha adalah sebuah bentuk rasa kita yakin kepada Allah. Allah SWT tidak akan mengubah sebuah bangsa jika bangsa itu sendiri tidak mau merubahnya dan hal itu berlaku juga untuk setiap individu. Jikapun kemauan kita tidak dikehendaki oleh Allah pasti Allah memiliki maksud tersendiri. Intinya jangan pernah berhenti berusaha dan bertawakal.
#6 Shadaqah
Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji. Allah melipat gandakan (ganjaran) bagi siapa yang Dia kehendaki. Dan Allah Maha Luas (kurnia-Nya) lagi Maha Mengetahui. (QS. Al Baqarah: 261)
Ada perkataan yang saya sangat suka ketika teringat dengan sedekah yakni “ janganlah menunggu kaya untuk bersedekah tetapi bersedekahlah untuk menjadi kaya”. Allah SWT menjamin bahwa jika seseorang bersedekah maka dijaamin tidak akan miskin. Jadi kita tidak perlu takut untuk bersedekah.
#7 Syukur
Jika kamu bersyukur pasti akan aku tambah (nikmat-Ku) untukmu dan jika kamu kufur maka sesungguhnya siksa-Ku amat pedih” (QS Ibrahim: 7)

untuk menikmati hidup ini perlu rasa syukur. Seseorang yang memiliki kekayaan 7 turunanpun jika tidak memiliki rasa syukur maka dirasa percuma. Kenapa? Sebab harta itu akan habis karena ketamakan manusia. Syukur berlawanan dengan ketamakan. Tamak alias rakus adalah sifat iblis yang dibenci Allah SWT.
naah diatas adalah kiat-kiat kita untuk meraih sukses dari perspektif Spiritual Quotient. kenapa saya mengambil dari perspektif SQ? sebab SQ sangat berperan penting dan masih kurang sekali perhatian untuk SQ ini. semoga bermanfaat.






Saturday, 10 December 2016

Proteksionisme Trump, Indonesia Harus Bagaimana?



Oleh: Fauwaz Ahmad Raihan
Fakultas Ekonomi dan Bisnis-Universitas Brawijaya
---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Hiruk-piruk panggung kemenangan telah usai. Drama permainan akan segera dimulai dalam waktu dekat ini. Pesta demokrasi akhirnya mengantarkan Donald Trump menjadi orang nomer 1 di negeri Paman Sam tersebut. Trump berhasil mengalahkan rivalnya yakni Hillary Clinton pada pemilihan presiden yang dilaksanakan pada tangga 8 November 2016 di Amerika Serikat lalu. Tidak sedikit yang menyayangkannya kemenangan dan tidak sedikit pula yang mengharapkan kemenangannya. Kemenangannya seolah telah di atur oleh pihak-pihak yang bermain diatas papan catur dengan ciamik.

Sebagai peraih The Man Of The Year oleh majalah Times Donald Trump terpilih atas ketidakraguan, katanya. pengusaha nyentrik tersebut memang tidak memiliki sepak terjang dalam dunia kepentingan beberapa saat lalu tetapi tidak disangka ia mendapat 306 suara dari Partai Republik dari yang sebelumnya tidak mengunggulkannya menjadi yang diunggulkan. dirasa Trump menang karena pernyataan-pernyataannya yang pedas, terminologi yang populis dan rasial, serta faktor-faktor lain yang memecah AS. tidak disangka prestasinya dalam membuat kehebohan publik mengantarkannya lebih unggul dari Hillary Clinton yang hanya mendapatkan 232 suara dewan pemilihan.

Trump dengan gaya bicaranya yang khas serta imej kontroversialnya yang melekat pada dirinya mendapatkan perlawanan dari berbagai pihak. Tidak sedikit juga isu-isu negatif singgah di kehidupan Trump bahkan sesuatu yang tabupun pernah singgah dan berlabuh dikehidupan trump semisalnya prostitusi. Bahkan Trump sempat menyinggung dan membahas kesepakatan dengan NATO yang dapat memicu percikan api di negara Eropa, sebut Inggris, Perancis, Italia, sehingga beberapa pemerhati politik menilai bahwa Trump tidak konsisten terhadap kebijakannya. Sehingga beberapa orang menyebut bahwa Trump adalah presiden terburuk untuk Amerika Serikat. Akan tetapi terlalu cepat menjustifikasi kinerja Trump mengingkat belum 1 semester Trump menahkodai negara Paman Sam tersebut.

Penolakan Trump menjadi presiden tidak hanya dari luar AS melainkan dari dalam pun terjadi. Penolakan Trump sempat menjadi viral di dunia maya kala itu. Hampir 4,7 Juta orang menandatangani petisi online untuk menolak presiden Amerika Serikat yang memiliki rambut pirang tersebut. selain petisi yang secara eksplisit menolak kenaikan Trump sebagai presiden hal tersebut juga didukung oleh masyarakat AS sendiri tidak puas dengan cara trump tangani masa transisi pemerintah. Menurut survey Pew Research hanya 41 % orang Amerika mendukung Trump dalam mengeksekusi setiap kebijakan dan rencana yang di nazarkan.

Terlepas siapapun presiden yang terpilih, pengecualian untuk Trump, lazimnya setiap negara harus menyiamkan amunisi, startegi dan formulasi dengan komposisi yang tepat dalam menghalau setiap kebijakan yang dianggap merugikan setiap negara. Ditengah ketidak pastian situasi global kenaikan Trump menjadi presiden Amerika Serikat justru menambah  uncertainity dan Anxiety masyarakat dunia saat ini.

Didalam salah satu kampanyenya Trump menggalakan kebijakan “Perang Perdagangan” dengan Tiongkok serta menaikan pajak impor dari Tiongkok dan Meksiko. Tentunya kebijakan  “Perang Perdagangan” atau Proteksionisme yang diusung dari calon Partai Republik tersebut membuat beberapa negara khususnya Indonesia siaga. Beberapa Instansi pemerintah kita terus memonitori perkembangan arah setiap kebijakan Trump tersebut.

Kebijakan Proteksionisme sendiri menjadi ketakutan diberbagai pihak. Hal tersebut didukung oleh perekonomian global yang melemah, perlambatan perdagangan dan investasi serta volatilitas tajam sektor finansial yang masih akan berlanjut.

Selain  Proteksionisme yang saat ini dikhawatirkan beberapa pihak, kenaikan Trump menjadi Presiden Amerika Serikat menyebabkan investor menarik dananya dari dalam negeri. hal tersebut menyebabkan penguatan mata uang dollar terhadap rupiah. Tentunya ditengah perekonomian yang Uncertainity penguatan dollar menjadi pekerjaan rumah tambahan bagi pemerintah untuk menanganinya. Beberapa pihak sempat mengatakan bahwa penguatan dollar hanya terjadi sesaat atau jangka pendek. Efek dari penguatan dollar tersebut menyebabkan penarikan dana asing dari dalam negeri keluar negeri. walau demikianPemerintah tetap optimis bahwa dana asing akan kembali lagi.

 Di penghujung akhir tahun 2016 The Fed merencanakan untuk menaikan Suku Bunga Acuannya. World bank mengingatkan kepada negara-negara berkembang terhadap turbulensi pasar keuangan akibat kebijakan pengetatan moneter. Alhasil efek kenaikan Suku Bunga Acuan The Fed akan menyebabkan penurunan besar-besaran dana yang diharapkan menjadi harapan bagi negara berkembang. Dana tersebut sangat diharapkan bagi negara berkembang seperti Indonesia untuk berjuang akibat volatilitas di pasar finansial global yang berimbas pada pelambatannya ekonominya.

di tengah Uncertainity perekonomian, awalnya Tiongkok menjadi “penyelamat” pada pelambatan ekonomi dunia. Kini menjadi sumber Uncertainity atas kebijakan Proteksionisme itu sendiri. Indonesia sebagai mitra dagang tiongkok menjadi tukang pijat yang buta dan tidak tau arah harus kemana. Nyatanya Indonesia harus berkaca untuk mengevaluasi diri menentukan arah tujuan mau kemanakah kita.

Lalu Indonesia harus bagaimana?”

kendati secara umum pertumbuhan ekonomi Indonesia masih dapat dikatakan baik, pertumbuhan PDB Indonesia diproyeksi berada pada kisaran 5,1% pada tahun 2016. Ini lebih baik jika dibandingkan dengan tahun 2014 yang hanya sebesar 4,8%. Tetapi jika dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya indonesia masih dapat dikatakan tertinggal dengan negara Kamboja, Laos, Myanmar, Filiphina dan Vietnam yang masing-masing diproyeksikan berada pada kisaran 7,1%, 7%, 8,3%, 6,2% dan 6,3%1 pada tahun 2016.

Namun dalam menghadapi gejolak perekonomian yang tidak pasti saat ini ditambah dengan kebijakan proteksionisme, respons sinyal yang lebih tepat dilakukan oleh pemerintah Indonesia adalah meningkatkan daya saing produktivitas, dan menjadi integral dari rantai nilai global. selain itu memperkuat kerjasama internasional, integrasi ekonomi, peningkatan perdagangan, dan investasi dikawasan ASEAN menjadi startegi, antisipasi dan respons kebijakan yang dinilai sangat tepat agar Indonesia tidak menjadi bulan-bulanan.

Seperti yang dipaparkan pada paragraf sebelumnya Indonesia harus berkaca pada diri sendiri. kita tidak bisa menyalahkan Trump, pelemahan ekonomi, kenaikan Suku Bunga Acuan The Fed, dan sebagianya. Sebagian persoalan rendahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia bersumber dari dalam negeri.

Turunnya suku bunga yang tidak diikuti naiknya investasi di dalam negeri menunjukan ketidakpastian yang bersumber dari dalam negri itu sendiri. investor-investor tetap ragu-ragu dalam merealisasikan investasinya. Disinilah pentingnya reformasi struktural perekonomian, dimana deregulasi, pembenahan iklim investasi, dan pembangunan infrastruktur menjadi salah satu media dalam menghadapi Uncertainity.

Kenaikan Suku Bunga Acuan, Proteksionisme, pelemahan perdagangan dan investasi, pelemahan ekonomi global sepatutnya tidak perlu dikhawatirkan oleh pemerintah Indonesia. Indonesia hanya perlu berbenah diri dan mengevaluasi diri dari tahun-tahun sebelumnya untuk melangkah ditahun berikutnya. Indonesia perlu all-out saat ini. Perbaikan regulasi, peningkatan produktivitas, pencipataan iklim investasi yang kondusif dirasa belum terlihat hingga fajar ini. Jika Indonesia berkomitmen mengevaluasi diri kita semua yakin bahwa Indonesia dapat menjadi pemeran utama dalam panggung drama tuhan saat ini.
-----------------------------------------------------------------------------------Malang, 9 Desember 2016













Friday, 25 November 2016

Menyehatkan Sektor rill melalui Inklusi Keuangan (financial inclusion)



Oleh: Fauwaz Ahmad Raihan


Bukan perkara yang mudah untuk memperbaiki, menyehatkan dan menstabilkan sektor rill Indonesia saat ini. Perlu adanya added effort yang keras untuk menciptakan kondisi tersebut dilemahnya perekonomian global. pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kwartal III ditahun 2016 diproyeksikan sebesar 5,01%. Pertumbuhan tersebut lebih rendah pada kuartal 2 tahun 2016 yang sebesar 5,18%. Hal tersebut terjadi karena penurunan belanja pemerintah dan ekspor ke luar negri. Tetapi pertumbuhan ekonomi Indonesia dirasa cukup melihat kondisi perkonomian dunia yang sedang melemah.

Selain memerlukan added effort perlu adanya terobosan-terobosan baru guna menunjuang sektor rill kita yang dirasa lemah. Seperti halnya inklusi keuangan (financial inclusion) yang menjadi resep baru pemerintah untuk menyehatkan sektor rill saat ini. Adapun pengertian inklusi keuangan (financial inclusion) adalah seluruh upaya yang bertujuan untuk meniadakan segala hambatan yang bersifat harga ataupun non harga, terhadap akses akses masyarakat dalam memanfaatkan layanan jasa keuangan.

Berdasarkan survey Bank Dunia (2010) hanya 49% rumah tangga Indonesia yang dapat memiliki akses terhadap lembaga keuangan formal. hal tersebut didukung juga berdasarkan survey Neraca Rumah Tangga (2011) yang menunjukan bahwa persentase rumah tangga yang menabung di lembaga keuangan formal dan non formal hanya sebesar 48%. Rendahnya akses tersebut disebabkan karena tingkat pendapatan yang rendah, tata operasional bank yang buruk, kurangnya edukasi keuangan dan perbankan, biaya administrasi bank yang tinggi serta lokasi bank dari tempat tinggal mereka.

Peningkatan pertumbuhan inklusif merupakan tujuan utama dari program inklusi keuangan sendiri, melalui angka penurunan kemiskinan, pemerataan distribusi pendapatan, serta peningkatan stabilitas keuangan. diharapkan keberhasilan inklusi keuangan akan meningkatkan pertumbuhan ekonomi khususnya sektor rill melalui investasi masyarakat.

Dalam meningkatkan pertumbuhan inklusif khususnya disektor rill perlu dukungan seluruh pihak,
baik masyarakat, lembaga, institusi, pemerintah, komunitas yang mendukung adanya program inklusi keuangan itu sendiri.

Salah satu keberhasilan dari program inklusi keuangan itu sendiri adalah adanya Tax Amnesty. Tax Amnesty (pengampunan pajak) adalah penghapusan pajak yang seharusnya terutang, tidak dikenai sanksi administrasi perpajakan dan pidana perpajakan dengan cara mengungkapkan harta dan membayar uang tebusan sebagaimana telah diatur dalam undang-undang No 11 tahun 2016 tentang pengampunan pajak. Adapun target tax amnesty tahun 2016 sebesar 165 triliun. Realisasi pada periode akhir 31 oktober 2016 mencapai 94,6 triliun. Adapun target penerimaan negara dari pajak sebesar 1.539,2 Triliun atau sebesar 86,2 % dari total APBN.

Dengan penerimaan pajak dari program tax amnesty tentunya dapat mengairahkan sektor rill melalui kebijakan yang stimultan secara tepat. Tetapi realisasi tax amnesty perlu diawasi dan digandeng oleh seluruh pihak terkait, baik Perbankan, Kemenkeu, OJK, pemerintah, masyarakat agar tidak terjadi penyelewengan anggaran pemerintah guna memboost sektor rill itu sendiri.

Tidak hanya sampai di situ, edukasi inklusi keuangan secara continue harus terus diberikan kepada masyarakat-masyarakat, birokrasi perbankan yang rumit harus segera dirubah , akses perbankan yang jauh harus segera dipermudah. Upaya-upaya tersebut terus dilakukan guna mendukung akses layanan keuangan yang menyeluruh serta diharapkan meningkatkan kemampuan sektor rill melalui program inklusi keuangan (financial inclusion) dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi yang dapat mengentaskan kemiskinan, meratakan distribusi pendapatan dan pembangunan sumber daya Indonesia.

Netizen dan Citizen



Transformasi dari Citizen menjadi Netizen dalam rangka mewujudkan Netizenship
Oleh Fauwaz Ahmad Raihan
Ilmu Ekonomi 2015, FEB UB.

Di era globalisasi, modernisasi dan googlisasi saat ini tentu masyarakat tidak asing dengan namanya internet. Berdasarkan data survei dari Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet (APJII) 2016 menyebutkan bahwa 132,7 Juta masyarakat Indonesia sudah terkoneksikan internet dari total 256 Juta total penduduk Indonesia. angka tersebut hampir naik 2x lipat dibandingkan tahunm sebelumnya yang berada dikisaran 88 Juta orang. (Kompas, 8 Nov). meningkatnya jumlah pengguna internet dari tahun ke tahun adalah sebuah keberhasilan bagi pihak-pihak yang bersangkutan.

Meningkatnya jumlah netizen diindonesia masih didominasi oleh kelas menengah. Hal tersebut tentu adalah kabar positif bagi proses transformasi masyarakat. dalam masyarakat netizen tersebut, kepemilikan dan distribusi informasi menjadi kapital penting dalam membangung nilai-nilai kewarganegaraan internet (netizenship) yang berlaku di dunia maya, seperti interkonektivitas, interaktif dan juga dialogis (Castell 2010 dalam Kompas).

Representatif dan partisipasi melalui netizenship itu wujudkan mereka melalui seberapa infomasi yang mereka miliki dan seberapa besar frekuensi informasi tersebut disebar kepada sesame netizen. Sehingga perilaku mereka tersebut dari mempunyai hingga menyebarkan (Get and Share) menciptakan buzzer, influencer dan follower. Perilaku mereka mengambarkan pola yang terjadi secara berkelanjutan (continue).

Saat ini masyarakat netizen Indonesia adalah generasi baru dalam sistem masyarakat era modern pasca orde baru. Secara tidak langsung perilaku netizen satu dengan lainnya mentransformasikan ruang dan status yang sebelumnya dari kelompok kelas menengah urban.
Transformasi ruang dapat diartikan sebagai perpindahan interaksi individu atau kelompok yang sebelumnya dilakukan secara eksklusif, mengelompok dan simbolis atau bisa kita sebut offline menjadi inklusi, egalitarian dan persuasif di dunia online/maya. Sedangkan saudaranya yakni trasnformasi status dapat dimaknai sebagai perpindahan suatu keanggotaan kelompok dalam kelas masyarakat menuju status komunitarian dalam dunia online.

Adanya 2 transformasi tersebut menandai adanya pergeseran generasi kelas Z menuju kelas Y dalam memainkan peran politik dalam masyarakat berkat adanya peran internet saat ini. Pergeseran generasi Z ke Y khususnya di negara Indonesia akan memberikan dampak politik yang cukup berarti baik memberikan influencer kepada masyarakat umum (citizen) ataupun pengambilan keputusan pemerintahan.

Realitas yang ditunjukan di dunia nyata dan dunia maya menunjukan bahwa netizen lebih cenderung membicarakan politik keseharian seperti pedagang sayur cantik, orasi ahmad dhani, dan sebagainya yang dirasa bukan masalah politik krusial di negara kita dan akan dianggap sebagai angina lalu. sedangkan masalah korupsi, kolusi dan nepotisme seolah-olah menjadi hal yang basi untuk diperbincangkan. Bahkan baru-baru ini Sugiharto,Direktur Pengelola Informasi Adminitstrasi Kependudukan Direktorat Jendral Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kemendagri menjadi tersangka kasus pengandaan kartu tanda penduduk berbasi elektronik (e-KTP) yang mengakibatkan penggelembungan anggaran pemerintah hingga Rp 2 triliun.

Yang menjadi permasalahan saat ini apakah netizen yang memiliki peran politik sudah mampu menampilkan pemecahan masalah yang solutif dan kuratif?. Dalam banyak hal saat ini, netizen belum mampu memecahkan masalah-masalah yang terjadi saat ini, bahkan keberadaan netizen menyebabkan terfragmentasinya masyarakat umum (citizen) yang mengakibatkan masalah lainnya.
Fenomena itulah yang kini menjadi kasis netizen Indonesia:bahwa dunia maya menjadi arena terbaru untuk menciptakan kubu-kubu kepentingan yang satu dan yang lainnya.

Sejatinya memang seperti inilah demokrasi, perdebatan antar sesama adalah hal yang lumrah terjadi.  Namun perbedaan sudut pandang sebuah isu, pendapat dan kepentingan antar satu dengan yang lainnya menjadi ancaman dan ketakutan sendiri bagi beberapa kalangan, sebab hal tersebut dapat berimplikasi pada segmentasi masyarakat Indonesia.

Sayangnya, netizen kita hingga hari ini menjadikan sosial media  mereka sebagai dunia posting keluh-kesah untuk dikomentari oleh komunitas mereka dan berharap mereka Eksis didunia maya. Selain itu, informasi yang mereka share lebih bersifat destruktif dari pada konstruktif. tentunya ini adalah yang harus kita cegah bersama-sama baik pihak citizen, netizen, pemerintah dan pihak lainnya untuk mewujudkan netizenship di Indonesia dalam era globalisasi.
Sumber:

Kompas, Jati, Wasisto Rahardjo :Menjadi “Netizen” Transformatif .8 November 2016

Saturday, 5 November 2016

Al-Maidah :51 VS Demokrasi & Bhineka Tunggal Ika?



Nama: Fauwaz Ahmad Raihan
Ilmu Ekonomi 2015
Universitas Brawijaya

Kandungan Al-Maidah:51?
beberapa waktu yang lalu dunia maya sempat heboh terkait statement Ahok yang secara langsung menghina al-quran. Tidak sedikit netizen-netizen mengkritik statement beliau atas penghinaan al-quran bahkan tidak sedikit ulama yang menjadikan ini masalah serius bagi kemasahatan umat, umat muslim khususnya. Adapun kandungan surat Al-Maidah:51 yang berisi :
Hai orang-orang yang beriman, janganlah kalian mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi wali (kalian); sebagian mereka adalah wali bagi sebagian yang lain. Barang siapa di atara kalian mengambil mereka menjadi wali, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak akan memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”.
Secara singkat kandungan Al-Maidah:51 merujuk kepada umat muslim untuk tidak/jangan memilih golongan Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin kita (Umat Muslim). Simplenya kita (Muslim) akan menjadi golongan mereka jika kita memilih mereka (dalam kasus ini Ahok). Oke dari sini kita paham bahwa permasalahannya adalah selain Ahok menghina ayat suci Al-Quran dia juga adalah seorang Nasrani jadi kita tidak boleh memilih dia sebagai pemimpin ibu kota Jakarta. Saat ini kita punya pertanyaan selanjutnya “Apa itu Pemimpin? Apakah Ahok seorang Pemimpin? “ ini lah yang akan kita bahas.

Bagaimana Perspektif Umum Masyarakat Indonesia Terhadap Kasus Ini?
Jika kalian marah terhadap sikap Ahok its fine, itu adalah reaksi yang wajar dalam menghadapi masalah ini sebab masalah ini sudah menyinggung hal yang sangat sensitif di negri kita ini yaitu Agama. jangankan kasus ini, sebelumnya banyak kasus yang menyinggung agama dan berakhir dengan perang antar agama.
Ironis memang melihat negara kita yang memiliki spirit kebersamaan. Disisi lain kebersamaan itu yang berhembuskan “bhinek tunggal ika” menjadi kekuatan dan disisi lain menjadi kelemahan kita. Tidak lain tidak bukan Agama yang menjadi awal dan akhir mula permasalahan. Padahal semua agama mewajibkan setiap penganutnya untuk hidup berdampingan. Jadi yang bermasalahan disini “Agamanya atau penganutnya?”.
Sebagai mahasiswa (saya pribadi) yang katanya memiliki intelektualitas yang tinggi harusnya melihat masalah ini secara cermat, sepatutnya kita dapat memberikan padangan yang berbeda kepada masyarakat atas kasus ini. Jangan sampai kita memiliki pola pikir yang sama dengan masyarakat pada umumnya. Jika hal itu terjadi peran kita sebagai “Social Control” rasanya kurang berhasil. Cobalah kalian khususnya mahasiswa atau yang membaca ini untuk mengkaji lebih komperhensif suatu masalah dari berbagai perspektif untuk menemukan solusi.
Apakah Demokrasi Hanya Berpihak Kepada Muslim?
Cobalah untuk menjawab permasalahan ini “Apakah Ahok salah jika mencalonkan dirinya menjadi gurbernur DKI Jakarta?tidak, semua orang dengan berbagai agama dan latar belakang bebas untuk mencalonkan dirinya menjadi pemimpin daerah.
 Seperti ini lah  sistem kita, sistem demokrasi dimana semua lapisan masyarakat bebas mencalonkan menjadi “wakil rakyat”. Sistem kita adalah sistem yang unique  dalam arti sistem kita hanya dapat bekerja pada negara-negara yang berlabel “multikultural”. Bandingkan dengan Amerika, Perancis, Korut dan negara lainnya, saya rasa akan banyak perpecahan yang terjadi jika mereka menggunakan sistem demokrasi pada negara mereka.
Kasus Ahok memunculkan pertanyaan kepada sistem demokrasi kita yakni “Apakah pantas sistem demokrasi di implementasikan di Indonesia yang mayoritas muslim? Apakah sistem demokrasi tidak dapat memenuhi kebutuhan politik di Indonesia?”
Bhineka Tunggal Ika” satu kalimat yang sangat familiar di telinga kita bukan?, berbeda-beda tapi satu. Indonesia memiliki berbagai suku, agama, ras yang sangat banyak, hal ini lah yang melandasi sistem pemerintahan kita. Kita berbeda dengan negara Arab, Turki, Inggris, Amerika dan negara lainnya sebab latar belakang kita, sejarah bangsa kita yang mengantarkan kita hingga saat ini.
Bagi saya Ahok tidak salah mencalonkan dirinya sendiri jika kita memiliki dan menerapkan sistem demokrasi dan asas bhineka tunggal ika. Jika menurut kalian ahok itu salah saya rasa kalian harus melihat paspor kalian kembali mungkin saja saat ini kalian di Indonesia hanya liburan hehe.



Perspektif Saya Dalam Masalah Ini?
Saya sebagai mahasiswa yang memiliki opini khususnya untuk kasus ini tentu saya memiliki pandangan sendiri. Berhubung dengan pertanyaan diatas yakni “Apa itu Pemimpin? Apakah Ahok seorang Pemimpin? “ saya akan menjawab pertanyaan ini dari perspektif saya dan memberikan padangan saya sendiri.
Apakah Ahok Seorang Pemimpin?” jawaban saya TENTU TIDAK jika kita lihat dari esensi pemimpin itu sendiri tetapi Ahok adalah seorang pemimpin jika kita melihat Struktural, Jabatan dan Fungsional atau bisa kita sebut pimpinan. inilah mindset yang terjadi di tengah masyarakat kita bahwa seorang pemimpin struktural atau pimpinan daerah dikaitkan dengan pemimpin umat daerah tersebut.  harusnya mindset ini yang harus kita reset ulang inilah mindset yang kurang tepat dan dapat menyebabkan persamalahan selanjutnya yang menyinggung agama.
Apa itu Pemimpin?” and well ini adalah pertanyaan yang simple tapi cukup sulit jika pertanyaan ini dijadikan Pop Quiz (pertanyaan dadakan) haha, saya rasa semua orang punya pandangan yang berbeda atas apa itu Pemimpin dan sampai saat ini tidak ada indikator yang pasti atas apa itu Pemimpin. Saya rasa kalian yang membaca ini tau Animimasi kartun Naruto bukan? Naruto anak yang diasingkan, dihina, dikucilkan oleh masyarakat bahkan dia disingkirkan. Tapi dia tidak menyerah dengan keadaannya, dia tidak menyalahkan orang tuanya yang menjadikannya wadah dari Kyubi (red- hewan mitologi jepang yang memiliki ekor 9 biasanya rubah). Hal yang menyebabkan naruto diperlakukan yang tidak pantas oleh lingkungannya bahwa dia memiliki monster ditubuhnya dan dapat membahayakan masyarakat yang berada didekatnya. Tidak hanya sesekali naruto menangis saat kecil bahkan ratusan kali, tapi dia tidak menyerah dia tidak perduli dengan ocehan masyarakat sekitarnya dan terus maju mengejar impiannya yaitu menjadi hokage dan menyelamatkan Sasuke. Hingga pada akhirnya dia menyelamatkan desanya dari serangan Akatsuki (red-kelompok berbahaya) bahkan mengalahkan ketuanya hingga dia di akui keberadaannya dan di anggap pahlawan. Tidak sampai disitu berbagai rintangan naruto lewati untuk mencapai tujuannya menjadi hokage tujuan dia yang sangat sulit adalah menyelamatkan temannya yakni Sasuke. Well saya tidak mau bercerita disini dan saya rasa kalian mungkin tau alur cerita naruto jika tidak kalian bisa baca komik atau menonton filmnya haha. Dan bagi saya pemimpin adalah hanya didapat dari sebuah proses, proses yang panjang dimana seorang pemimpin menghubungkan satu dengan yang lainnya, membawa harapan setiap orang tanpa terkecuali, dia di akui oleh semua lapisan masyarakat bahkan kubu, kelompok, komunitas ataupun parpol tidak memprotes ketika dia menjadi pemimpin. Jadi pemimpin itu dialah yang diakui oleh semua orang tanpa terkecuali, menghubungan satu dengan lainnya untuk memecahkan jarak, membawa semua penderitaan dipunggungnya dan memberikan harapan dari tangannya dengan senyum dari wajahnya.
Kesimpulan
Kesimpulan yang kita dapat dari kasus di atas adalah yakni
·         bahwa Ahok bukanlah pemimpin tapi dia adalah pimpinan struktural  dari sebuah jabatan yang dia emban. Apakah ketika Ahok mengantikan pak jokowi semua orang senang? Tidak, banyak yang tidak senang berarti berdasarkan penjelasan apa itu pemimpin ia bukan pemimpin dalam arti sesungguhnya. Dia tidak diakui beberapa masyarakat sebagai  pemimpin yang pantas untuk DKI Jakarta.
·         Terkait surat Al-Maidah:51 kita harus menafsirkan bahwa pemimpin di dalam ayat tersebut masih secara umum terlebih lagi mind set masyarakat kita bahwa pimpinan adalah sebuah pemimpin itu sama, nyatanya hal tersebut berbeda. Ini yang harus kita benahi bahwa Ahok itu seorang pimpinan bukan seorang pemimpin. Jika mind set ini terus berlanjut hal-hal ini akan terus terjadi dan tidak menutup kemungkinan akan terjadinya perang antar agama.
·         Dimanapun kita berada sebagai warga negara Indonesia kita menjunjung tinggi “Bhineka Tunggal Ika” jangan mudah terpancing sebuah sensasi semata yang akan merusak keharmonisan antar umat beragama. Mahasiswa sebagai Social Control cobalah untuk menjadi penengah diantara konflik-konflik sosial yang masalahanya bernotabene Klasik. Masalah ini adalah masalah klasik.

Sebenarnya selain masalah statement Ahok yang sedikit kontroversial saya melihat bahwa mindset masyarakat kita khususnya muslim masih berpikiran bahwa gurbernur, walikota, bupati adalah seorang pemimpin, nyatanya mereka adalah seorang pimpinan sebuah struktur pemerintahan. Didalam sistem demokrasi siapapun boleh mencalonkan dirinya menjadi seorang pimpinan Jakarta, jika kalian pantas manjadi pemimpin dan pimpinan masa depan, why not?